SERANG, RUBRIKBANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar Wisuda Sarjana ke-43 dan Pascasarjana ke-29 serta Yudisium perdana tahun 2026 pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, sebanyak 750 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan baru UIN SMH Banten. Acara dipimpin langsung oleh Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.
Rektor menjelaskan, jumlah peserta wisuda sengaja dibatasi meskipun masih terdapat sekitar 350 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus sidang. Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kekhidmatan prosesi wisuda.
“Sebetulnya masih ada sekitar 350 lulusan yang sudah sidang, tetapi belum diikutsertakan dalam wisuda kali ini. Kami ingin menciptakan suasana wisuda yang nyaman. Kalau sampai 1.000 peserta, pengalaman wisuda akan terlalu padat atau crowded. Karena itu kami batasi 750 wisudawan,” ujar Prof. Ishom saat dikonfirmasi melalui sambungan telphon, Sabtu (8/8/2026).
Dalam pesannya kepada para lulusan, Prof. Ishom menegaskan bahwa gelar akademik yang diperoleh harus menjadi bekal untuk mengembangkan keilmuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, lulusan UIN SMH Banten tidak hanya dituntut mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Yang pertama tentu mengembangkan ilmu yang telah diperoleh, baik melalui studi lanjut maupun berkiprah di tengah masyarakat. Kami juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa agar lulusan UIN dapat terlibat dalam pembangunan desa melalui program-program desa tematik,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran sarjana di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Mereka harus mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja. Itu yang menjadi semangat dan harapan kami kepada para lulusan,” tegasnya.
Selain menyoroti capaian akademik para lulusan, Rektor juga menegaskan komitmen kampus untuk menjaga suasana kondusif di lingkungan universitas, termasuk dalam hubungan dengan para alumni.
Menurut Prof. Ishom, pihak kampus terus berupaya membangun komunikasi dan menjaga persatuan seluruh elemen keluarga besar UIN SMH Banten.
“Yang terpenting adalah menjaga kondusivitas kampus dan terus mendorong terciptanya kebersamaan. Upaya untuk menyatukan berbagai pandangan di kalangan alumni tetap kami lakukan dengan menjaga netralitas dan semangat kekeluargaan,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-43 dan Pascasarjana ke-29 ini, UIN SMH Banten meluluskan ratusan sarjana, magister, dan doktor dari berbagai fakultas dan program studi. Para lulusan diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman, berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
Wisuda dan Yudisium perdana tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi UIN SMH Banten dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa, khususnya dalam penguatan masyarakat dan pembangunan desa di berbagai wilayah Indonesia. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.















