CILEGON, RUBRIKBANTEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bergerak cepat membuka layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di Lingkungan Karang Tengah, Kota Cilegon, Minggu (4/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya tanggap darurat kemanusiaan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Dalam layanan ini, PMI Kota Cilegon memberikan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan. Selain itu, layanan ambulans juga disiagakan untuk memastikan respons medis dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Penguatan layanan kesehatan turut dilakukan melalui kolaborasi dengan Batalyon Kesehatan Angkatan Darat. Kehadiran unsur TNI di lokasi terdampak menambah tenaga medis sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Cilegon, Hedi Jamhari, menjelaskan bahwa fokus utama layanan kesehatan ini adalah pemantauan kondisi warga pascabanjir, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki keluhan kesehatan.
“PMI hadir untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat pascabanjir tetap terjaga. Keluhan yang muncul harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius,” ujar Hedi.
Tak hanya layanan kesehatan, PMI Kota Cilegon juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lainnya, seperti pengoperasian dapur umum dan distribusi makanan bagi warga terdampak banjir.
PMI Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus siaga dan hadir di tengah masyarakat, sejalan dengan peran kemanusiaan PMI dalam mendukung pemerintah menangani dampak bencana di Kota Cilegon.















