Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Panen Raya Bawang Merah, Pemkab Serang Genjot Swasembada dan Tekan Inflasi

84
×

Panen Raya Bawang Merah, Pemkab Serang Genjot Swasembada dan Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar panen raya bawang merah hasil Program Ratu Tani Bahagia di Kampung Desa Pegandikan, Kecamatan Lebak Wangi, Senin (24/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita swasembada pangan sekaligus meningkatkan produksi hortikultura dan menekan inflasi daerah.

Panen secara simbolis dilakukan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suhardjo, Kepala Diskoperindag Adang Rahmat, Kabid KIP Diskominfo Ahmad Jajuli, Kepala BRMP Banten Andry Polos, unsur Muspika, serta para petani.

Banner

Febriyanto mengatakan, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi semangat para petani di Kecamatan Lebak Wangi, khususnya Desa Pegandikan, yang terus mengembangkan budidaya bawang merah dan cabai.

“Bupati Serang mengapresiasi semangat para petani khususnya di wilayah Lebak Wangi, Desa Pegandikan, yang terus menggalakkan semangatnya untuk bercocok tanam, khususnya menanam bawang dan cabai. Alhamdulillah hari ini mereka melakukan panen raya bawang merah,” ujarnya.

Menurut Febriyanto, bawang merah merupakan salah satu komoditas penting yang kebutuhan konsumsinya cukup tinggi. Karena itu, produksi bawang merah lokal perlu terus ditingkatkan agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan.

Baca juga:  Gubernur Banten Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Siap Libatkan Perangkat Hingga Tingkat RT

Ia juga mengapresiasi peran kelompok tani (gapoktan) dan penyuluh pertanian dalam mendukung program tersebut.

Febriyanto menjelaskan, panen kali ini berasal dari bantuan pembelian benih yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang melalui DKPP. Bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan kepada pemerintah daerah, tetapi diharapkan terus digulirkan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Dana itu tidak perlu dikembalikan kepada OPD, namun terus digulirkan kepada masyarakat untuk berkesinambungan, membangun petani agar kredibilitas dalam bercocok tanam dan swasembada pangan terus lestari,” katanya.

Selain bawang merah, Pemkab Serang juga mendorong pengembangan Kampung Hortikultura. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, termasuk kaum perempuan, dalam mengembangkan komoditas pertanian di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pengembangan bawang merah merupakan bagian dari Program Ratu Tani Bahagia melalui kolaborasi sektor pertanian untuk mendukung swasembada pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

“Bawang merupakan salah satu dari sebelas bahan pokok penting dan penyumbang inflasi. Makanya kita mencoba untuk mengembangkan terus,” ujarnya.

Suhardjo menyebut kebutuhan bawang merah di Kabupaten Serang mencapai sekitar 100 ton per pekan atau sekitar 15 ton per hari. Sementara produksi Kabupaten Serang pada 2025 baru mencapai sekitar 74 ton.

Baca juga:  Andra Soni Sulap Wisata Banten Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat

Kondisi tersebut membuat produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, hasil produksi yang ada diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama satu hingga dua hari sehingga masih diperlukan pasokan dari luar daerah.

Untuk meningkatkan produksi, Pemkab Serang melalui APBD 2026 mengembangkan budidaya bawang merah pada lahan seluas 16,5 hektare. DKPP menargetkan produksi dapat meningkat hingga lebih dari 80 ton.

Tak berhenti di tahun ini, DKPP juga telah mengajukan calon petani dan calon lokasi (CPCL) kepada Kementerian Pertanian untuk pengembangan bawang merah seluas 52,2 hektare di tujuh kecamatan.

“Kita tidak terfokus hanya satu kecamatan. Harapan kami tiap bulan itu ada yang panen. Bawang kan tidak bisa begitu panen langsung makan sekaligus, harus setiap bulan ada. Dari tujuh kecamatan ini bisa bertahap, di sini panen, di sini nanam,” kata Suhardjo.

Dengan pola tanam dan panen bertahap tersebut, Pemkab Serang berharap ketersediaan bawang merah lebih terjaga sepanjang tahun, produksi petani meningkat, pasokan dari luar daerah berkurang, dan tekanan inflasi akibat komoditas pangan dapat dikendalikan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!