Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKesehatanKota TangerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Muswil II IPK Indonesia Wilayah Banten Digelar, Dinkes Targetkan Psikolog Klinis Hadir di Seluruh Puskesmas

303
×

Muswil II IPK Indonesia Wilayah Banten Digelar, Dinkes Targetkan Psikolog Klinis Hadir di Seluruh Puskesmas

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Banten 2026 menghasilkan kepengurusan baru sekaligus menguatkan komitmen memperluas layanan kesehatan mental di Provinsi Banten. Dalam agenda tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengungkapkan rencana menempatkan psikolog klinis di seluruh puskesmas sebagai respons atas meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa.

Musyawarah Wilayah (Muswil) II IPK Indonesia Wilayah Banten digelar di Hotel Vega Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/7/2026), mengusung tema “Pahami Dirimu, Peluk Erat Jiwamu”.

Banner

Kegiatan diawali dengan Webinar Pra-Muswil bertajuk “Membaca Luka yang Tak Terlihat: Mengenali Trauma dan Dinamika Psikologis dalam Perspektif Klinis dan Medis” yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS.

Dalam sambutannya, Ati menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang harus diperkuat melalui sinergi pemerintah dan organisasi profesi.

“Kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti IPK Indonesia sangat penting untuk memperluas akses layanan kesehatan mental yang berkualitas bagi masyarakat Banten,” ujarnya.

Baca juga:  Pramuka Cilegon Cetak Pasukan Protokol Tangguh: Disiplin, Santun, dan Siap Pimpin Setiap Upacara

Ati juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Banten tengah menyiapkan langkah strategis dengan menempatkan tenaga psikolog klinis di seluruh Puskesmas di delapan kabupaten dan kota.

“Kami sedang berupaya agar seluruh fasilitas layanan kesehatan di Banten terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa hingga tingkat puskesmas,” katanya.

Menurutnya, saat ini distribusi psikolog klinis di Banten masih belum merata. Dari sekitar 200 tenaga psikolog klinis yang tersedia, mayoritas masih terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya.

“Sementara wilayah barat dan selatan Banten masih kekurangan psikolog klinis, sehingga pemerataan menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Pada agenda Muswil, pengurus periode 2022–2026 juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban beserta sejumlah capaian, di antaranya kerja sama dengan RSUD Provinsi Banten dalam pemeriksaan psikologi calon kepala daerah, pelatihan tenaga kesehatan jiwa terpadu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Program Banten Bebas Pasung, hingga kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan melalui program Healthy Adolescent Thrive (HAT) yang berfokus pada kesehatan mental remaja.

Dalam forum tersebut, peserta secara aklamasi memilih Ghoif Nurrohman, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai Ketua IPK Indonesia Wilayah Banten periode 2026–2030.

Baca juga:  Wagub Banten Dimyati Puji Samsat Cilegon: Layanan Ramah Disabilitas dan Ibu Hamil Bikin Salut

Usai terpilih, Ghoif menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi yang kini memiliki 291 psikolog klinis di Provinsi Banten.

“Kami akan memperkuat konsolidasi seluruh psikolog klinis di Banten serta melibatkan lebih banyak psikolog muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media sosial agar organisasi semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi anggota melalui pelatihan, seminar, dan webinar, pihaknya juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah maupun sektor swasta.

“Kami ingin IPK Indonesia Wilayah Banten menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan mental yang lebih mudah diakses dan berkualitas bagi masyarakat,” tutup Ghoif.

IPK Indonesia merupakan organisasi profesi tenaga kesehatan psikologi klinis di bawah Kementerian Kesehatan yang berdiri secara resmi sejak 2017. Saat ini organisasi tersebut memiliki lebih dari 4.000 anggota yang tersebar di 32 wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!