CILEGON, RUBRIKBANTEN — Luapan Kali Kranggot dan Kali Cibeber menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Kranggot, Link Kranggot, dan sekitarnya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, menegaskan bahwa kedua sungai tersebut merupakan satu aliran yang saling terhubung sehingga saat debit air meningkat, luapan tidak terhindarkan.
“Kalau melihat dampak kejadian kemarin, mayoritas terdampak akibat luapan sungai. Di wilayah Kranggot ada Kali Kranggot yang meluap, sementara di sana itu Kali Cibeber. Sebenarnya satu aliran sungai yang sama,” ujar Suhendi.
Akibat luapan tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke masjid, mushola, dan madrasah yang telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian. Tempat tersebut sebelumnya juga digunakan saat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Meski kondisi masih dinilai dapat dikendalikan, BPBD Cilegon tetap bersiaga penuh. Sebanyak 30 personel dikerahkan secara bergantian untuk pemantauan dan penanganan di lapangan. Selain itu, peralatan pendukung seperti perahu, mesin alkon, pelampung, serta perlengkapan evakuasi lainnya telah disiapkan.
“Untuk logistik saat ini masih tahap awal dan dalam proses. Namun, jika ada bantuan dari donatur yang dititipkan ke kami, pasti langsung kami distribusikan,” jelasnya.
BPBD memastikan hingga saat ini belum ada kebutuhan tambahan bantuan dan situasi di sekitar Kali Kranggot dan Kali Cibeber terus dipantau secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan luapan susulan.















