Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Ketua DPRD Kabupaten Serang: Teror Pocong hingga Tawuran Remaja Bukti Nilai Pancasila Mulai Luntur

60
×

Ketua DPRD Kabupaten Serang: Teror Pocong hingga Tawuran Remaja Bukti Nilai Pancasila Mulai Luntur

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, menilai maraknya aksi teror pocong, kenakalan remaja hingga tawuran yang terjadi belakangan ini tidak lepas dari mulai memudarnya implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Menurut Bahrul Ulum, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ruh Pancasila harus kembali dihidupkan untuk mencegah berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Banner

“Sebenarnya ini sudah teramanahkan dalam Pancasila. Kalau masyarakat gemar bergotong royong, bersatu padu mengamankan wilayah dan lingkungan, saya kira teror-teror seperti itu bisa diantisipasi,” kata Bahrul Ulum, Senin (1/6/2026).

Ia menegaskan, ancaman berupa teror pocong yang sempat meresahkan warga di sejumlah daerah harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pengamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Selain persoalan teror, Bahrul Ulum juga menyoroti meningkatnya kenakalan remaja yang berujung pada tawuran dan tindakan kriminal lainnya. DPRD Kabupaten Serang, kata dia, akan mengkaji kemungkinan regulasi yang tepat untuk mengantisipasi persoalan tersebut.

Baca juga:  Sidak BKD Banten, Wagub Dimyati  Pastikan Tak Ada Suap dalam Rekrutmen Pejabat

“Yang pasti benteng utama dari semua itu adalah keluarga. Dipastikan pada jam-jam rawan anak-anak tidak berada di luar rumah tanpa pengawasan. Itu sebenarnya kuncinya,” ujarnya.

Bahrul Ulum yang juga Ketua IKA UIN SMH Banten, mengakui peran lingkungan seperti RT dan RW saat ini tidak sekuat dulu dalam melakukan pengawasan sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu indikator menurunnya penerapan nilai-nilai Pancasila secara utuh di masyarakat.

“Itu fungsi nilai-nilai Pancasila yang tidak diterapkan secara utuh dan konsekuen,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai berbagai persoalan sosial di Kabupaten Serang tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat agar penanganan masalah berjalan efektif.

“Kuncinya satu, sinergitas dan kolaborasi antar OPD harus seiring, seirama, dan satu frekuensi yang dikomandoi kepala daerah dan wakil kepala daerah,” tandasnya.

Di momentum Hari Lahir Pancasila ini, Bahrul Ulum mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, menjaga lingkungan, serta memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah berbagai ancaman sosial yang meresahkan masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!