CILEGON, RUBRIKBANTEN – Isu bau menyengat yang disebut berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, dibantah oleh Kepala Yayasan Haji Jaidan. Ia menegaskan bahwa kondisi dapur dan saluran limbah dalam keadaan bersih serta telah dikelola sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Sebenarnya itu boleh dikatakan tidak benar. Kami rutin melakukan cleaning, setiap Sabtu dan Minggu dua kali pembersihan agar bau tidak menyebar. Dapur sehat itu harus dijaga kebersihannya,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Ia juga mempersilakan masyarakat untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi dapur maupun saluran limbah. Menurutnya, bau yang mungkin sempat tercium hanya terjadi saat proses pembersihan berlangsung.
“Ketika sedang dibersihkan, wajar kalau ada bau. Tapi itu bagian dari proses cleaning, justru supaya limbah tidak menyebar ke mana-mana,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan masyarakat. Jika ada keluhan, warga diminta datang langsung agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya berharap masyarakat kalau ada yang dirasa tidak pas, datang saja. Kita selesaikan baik-baik,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dapur tersebut dikelola secara profesional dengan pengawasan ketat setiap hari. Mulai dari kepala dapur, kru, ahli gizi hingga akuntan terlibat dalam memastikan kualitas makanan.
“Dari pagi sampai malam selalu dikontrol, termasuk bahan baku yang harus fresh dan layak. Masakan juga dicek dari segi rasa dan kelayakan saji karena ini makanan bergizi untuk anak-anak,” katanya.
Pengalaman panjang di bidang katering juga menjadi dasar pengelolaan dapur tersebut. Ia mengaku pernah berkecimpung selama 18 tahun di industri katering, termasuk menangani produksi hingga ribuan porsi per hari.
Menurutnya, dapur MBG di lokasi tersebut bahkan termasuk yang paling bersih berdasarkan hasil monitoring dari Pemerintah Kota Cilegon, termasuk Sekda, wali kota, hingga unsur Forkopimda.
“Sudah beberapa kali dikontrol dan hasilnya bagus,” ujarnya.
Di akhir, ia kembali mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan masukan jika ditemukan hal yang tidak sesuai SOP.
“Kami terbuka untuk ditegur. Datang saja baik-baik, kami siap memperbaiki,” katanya.
Selain manfaat gizi bagi anak-anak, program MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Hampir seluruh tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat, dengan jumlah pekerja mencapai lebih dari 50 orang.
Tak hanya itu, pelibatan UMKM lokal juga dilakukan dalam penyediaan makanan tambahan seperti snack untuk kegiatan posyandu.
“Manfaatnya besar, baik untuk gizi anak maupun ekonomi masyarakat,” tutupnya.















