Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialTangerang Selatan

Investasi Banten Tembus Rp66,3 Triliun, BI dan Pemprov Bidik Dampak Nyata bagi UMKM

50
×

Investasi Banten Tembus Rp66,3 Triliun, BI dan Pemprov Bidik Dampak Nyata bagi UMKM

Sebarkan artikel ini

TANGSEL, RUBRIKBANTEN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di Ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

Mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten”, kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat kemitraan usaha, serta mendorong investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Banner

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pengembangan UMKM, menurutnya, perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta penguatan kemitraan. Dengan demikian, pelaku UMKM lokal diharapkan mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok industri maupun jaringan pasar yang lebih luas.

Investasi berkualitas juga diharapkan tidak sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi mampu membuka lapangan kerja, melibatkan UMKM lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun pada Semester I 2026

Dari sisi investasi, Provinsi Banten mencatat realisasi sebesar Rp130,2 triliun sepanjang 2025 atau mencapai 108,95 persen dari target. Capaian tersebut turut menyerap tenaga kerja sebanyak 214.216 orang.

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target tahunan sebesar Rp142,19 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi investasi Banten. Namun, diperlukan tindak lanjut untuk memastikan berbagai peluang dan komitmen investasi dapat direalisasikan, termasuk melalui penguatan ekosistem usaha dan penyelesaian hambatan investasi.

Baca juga:  Tiga Pejabat Top Lolos Seleksi Dewas Perumda Cilegon, Eva Syarifah Raih Nilai Tertinggi

Pada 2026, KKB x BIF mengusung pendekatan yang menghubungkan pengembangan UMKM dengan kesiapan ekosistem investasi. Forum ini tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dan investor, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat investment pipeline, mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor yang sesuai, serta mengidentifikasi hambatan investasi, termasuk persoalan lahan dan tata ruang.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan potensi daerah, kebutuhan investor, dan kapasitas UMKM lokal sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen

Penguatan UMKM dan investasi menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 30,97 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Banten pada 2025. Hal ini menunjukkan pentingnya investasi sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Karena itu, penguatan investasi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga menghasilkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Enam Perusahaan Teken Investment Letter of Intent

Rangkaian pembukaan KKB x BIF 2026 turut diisi dengan penandatanganan Investment Letter of Intent oleh enam perusahaan, yakni Raybo Co. Limited, PT Winda Industrial Indonesia, PT Tukaka Craftwork Indonesia, PT Mingcheng Knitting Indonesia, PT Dragon Soar Industrial, dan PT Yuchuang Biotechnology Indonesia.

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penjajakan dan komitmen investasi di Provinsi Banten. Meski demikian, tindak lanjut terhadap komitmen tersebut tetap menjadi faktor penting untuk memastikan investasi dapat berlanjut hingga tahap realisasi.

Baca juga:  Kabar Gembira, Pemkot Cilegon Pastikan Honor Guru Madrasah 2025 Cair Setiap Bulan

Selain itu, dilakukan penguatan sumber daya manusia vokasi melalui nota kesepahaman antara Modern Cikande dan Yayasan APINDO untuk APINDO Daya.

Agenda lainnya berupa komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi yang melibatkan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kementerian ATR/BPN, BPN Provinsi Banten, DPMPTSP Provinsi Banten, dan Gubernur Banten.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mendukung percepatan realisasi proyek di daerah.

UMKM Didorong Perluas Pasar

Selama tiga hari penyelenggaraan, KKB x BIF 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, business matching dengan pembeli domestik dan internasional, hingga The Brewtiful Banten Experience dan Banten Creative Runway.

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan talkshow, edukasi, serta berbagai kompetisi kreatif untuk memperluas eksposur produk dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Melalui rangkaian kegiatan ini, UMKM Banten diharapkan memperoleh peluang untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan kualitas produk, serta menjajaki kemitraan yang berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia menyampaikan melalui penyelenggaraan KKB x BIF 2026, BI dan Pemprov Banten memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas akses pasar UMKM, meningkatkan kemitraan usaha, serta mendorong investasi berkualitas yang terhubung dengan potensi ekonomi lokal.

Ke depan, keberhasilan penguatan UMKM dan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya peluang atau komitmen yang terbentuk, tetapi juga oleh konsistensi tindak lanjut, kesiapan ekosistem pendukung, dan kemampuan seluruh pihak memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara luas oleh masyarakat Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!