CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon, komentator sepak bola nasional, Dedi Renaldi, menyoroti perkembangan olahraga, khususnya sepak bola di Kota Baja yang dinilai masih belum maksimal.
Menurutnya, Cilegon sejatinya memiliki sejarah dan potensi besar di dunia sepak bola. Pada era 1980–1990-an, sejumlah perusahaan hingga vendor industri di wilayah tersebut turut memberikan perhatian terhadap olahraga, bahkan menjadikan Cilegon sebagai lokasi uji coba hingga basecamp tim.
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak berlanjut secara konsisten hingga saat ini.
“Kalau melihat sekarang, perkembangan sepak bola di Cilegon seperti jalan di tempat. Belum ada atlet yang benar-benar muncul ke tingkat nasional,” ujar Dedi.
Meski sempat memiliki klub seperti Cilegon United, ia menilai perhatian dan dukungan terhadap sepak bola masih belum optimal, terutama jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Depok yang mulai menunjukkan eksistensinya di kancah nasional.
Dedi juga menyinggung soal fasilitas yang sebenarnya sudah dimiliki Cilegon, seperti stadion yang berada di kawasan dekat jalan tol. Namun, menurutnya, pemanfaatannya belum maksimal untuk pembinaan atlet.
Ia mendorong pemerintah daerah, melalui dinas terkait, KONI, hingga pihak swasta, untuk lebih serius dalam membangun ekosistem sepak bola. Salah satunya dengan memperbanyak sekolah sepak bola (SSB) bagi usia dini.
“Pembinaan itu harus dimulai dari bawah. Sekarang sepak bola bukan hanya sekadar hobi, tapi sudah bisa menjadi profesi yang menjanjikan secara ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap Cilegon tidak hanya fokus pada sektor industri, tetapi juga mulai melihat olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan daerah, termasuk dalam membangun citra positif di tingkat nasional.
“Dunia sepak bola sekarang sudah berkembang pesat, bahkan ada pemain diaspora untuk percepatan prestasi. Cilegon juga harus bisa mengikuti tren itu,” pungkasnya.















