PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan bahwa gerakan PKK merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Hal itu disampaikan Tinawati saat menghadiri kegiatan Evaluasi dan Penilaian Perkembangan Program PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Desa Banjar, Jumat (12/6/2026).
Menurut Tinawati, kegiatan evaluasi dan penilaian tersebut bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan pemenang, melainkan menjadi sarana untuk melihat secara langsung implementasi program-program PKK di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang. Tujuan kami adalah menyambangi wilayah-wilayah dan melihat secara langsung bagaimana pemerataan pembangunan serta manfaat program-program yang ada dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain meninjau pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, pihaknya juga melihat sejauh mana berbagai program pemerintah diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tinawati menegaskan bahwa TP PKK bukan lembaga pembuat kebijakan, melainkan mitra pemerintah yang fokus pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
“Wilayah kami adalah wilayah pengabdian. Tujuan kami adalah menjalankan 10 Program Pokok PKK dan memastikan program-program tersebut sampai ke tingkat dasawisma dan keluarga,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati juga berdialog dengan kader PKK dan warga setempat. Ia mengaku bangga melihat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat yang masih terjaga dengan baik di Desa Banjar.
“Saya cukup bangga dan bahagia karena kehadiran Tim Penggerak PKK Provinsi Banten diterima dengan baik. Masyarakat di sini guyub, saling bergotong royong, menjalin silaturahmi, dan lingkungannya juga luar biasa bersih,” ungkapnya.
Tinawati berharap kegiatan evaluasi dan penilaian ini dapat melahirkan desa-desa percontohan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Ia menilai Desa Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat menginspirasi desa-desa lain, khususnya di Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, TP PKK Provinsi Banten juga terus mendorong pengembangan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah ikan mas sinyonya, komoditas khas Pandeglang yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi.
“Seperti di sini tadi ada potensi ikan khas Pandeglang, yaitu ikan mas sinyonya. Ini harus kita kembangkan agar semakin dikenal di tingkat yang lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang, Rina Haryawati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran TP PKK Provinsi Banten di Desa Banjar. Menurutnya, kegiatan evaluasi dan penilaian ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Pandeglang,” katanya.















