Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

DKKC Luncurkan Kalender Budaya 2026, Lawan Dominasi Industri dengan Identitas Cilegon

112
×

DKKC Luncurkan Kalender Budaya 2026, Lawan Dominasi Industri dengan Identitas Cilegon

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) resmi meluncurkan Kalender Event Kebudayaan 2026 sebagai langkah strategis menjaga ingatan kolektif dan mempertegas identitas Cilegon di tengah dominasi kawasan industri. Inisiatif ini menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting pembangunan kota.

Peluncuran kalender ini menjadi bagian dari gerakan Rawat Budaye, yang dirancang untuk menjadikan kebudayaan sebagai praktik hidup masyarakat, bukan hanya agenda seremonial. Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DKKC, Rizal Arif Baihaqi, menyebut terdapat empat agenda utama yang akan mewarnai denyut kebudayaan Cilegon sepanjang 2026.

“Cilegon harus memiliki identitas yang kuat. Kebudayaan harus hidup, berkelanjutan, dan membumi, bukan hanya tampil saat seremoni,” ujar Rizal, Sabtu (24/1/2026).

Empat agenda besar tersebut yakni Padang Wulan (Srawung Purnama ing Cilegon), Tutur Cilegon, Ruwat Jagat Muharram 2 (Muharram Culture Fest 2026), serta Riyaye Budaye.

Padang Wulan akan digelar rutin setiap bulan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon sebagai ruang dialog terbuka antara seniman, pemerintah, dan masyarakat. Forum ini diharapkan menjadi wadah srawung tanpa sekat dengan spirit silih asah, silih asih, silih asuh.

Baca juga:  Islamic Center Masjid Agung Cilegon Gelar Sunatan Massal dan Tabligh Akbar, Target 129 Anak Gratis

Sementara Tutur Cilegon dijadwalkan berlangsung setiap April bertepatan dengan Hari Jadi Kota Cilegon, dengan fokus pada penguatan tradisi lisan, cerita rakyat, dan memori kolektif masyarakat.

Adapun Ruwat Jagat Muharram 2 menjadi kelanjutan agenda spiritual yang dimaknai sebagai refleksi batin dan upaya menata masa depan kota secara kultural. Sedangkan Riyaye Budaye diinisiasi untuk merayakan Hari Kebudayaan Nasional sebagai ruang unjuk karya, pameran, dan apresiasi bagi para pelaku budaya Cilegon.

Rizal menegaskan, publikasi menjadi kunci agar kebudayaan tetap relevan, terutama bagi generasi muda.

“Tantangannya adalah bagaimana budaya lokal tetap menarik di era digital. Kami ingin kebudayaan menjadi kebanggaan warga Cilegon,” tegasnya.

Peluncuran kalender ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Cilegon. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eva Warni, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Ini bukan hanya tugas DKKC, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Eva juga menyoroti tantangan Cilegon sebagai kota industri. Menurutnya, industrialisasi tanpa budaya akan menggerus jati diri daerah.

Baca juga:  Polresta Tangerang Bongkar Sindikat Kejahatan 3C: 20 Pelaku Dibekuk Polisi

“Industri tanpa budaya itu kering. Kita tidak boleh kehilangan identitas hanya karena pembangunan,” tandasnya.

Melalui Kalender Event Kebudayaan 2026, DKKC mengajak seluruh pihak berkolaborasi agar Cilegon tumbuh seimbang—maju secara ekonomi industri, namun tetap kokoh berakar pada nilai dan tradisi budaya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *