Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Cilegon Darurat Pelecehan Seksual, IMC: Anak-anak Tak Lagi Aman di Lingkungannya Sendiri

189
×

Cilegon Darurat Pelecehan Seksual, IMC: Anak-anak Tak Lagi Aman di Lingkungannya Sendiri

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kota Cilegon berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Rentetan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terus terjadi belakangan ini memicu alarm bahaya bagi ruang aman anak dan perempuan.

Merespons situasi tersebut, Ikatan Mahasiswa Cilegon secara terbuka menyatakan bahwa Kota Cilegon saat ini berada dalam status “Darurat Pelecehan Seksual”.

Banner

Pernyataan sikap itu didasarkan pada lonjakan tajam kasus kekerasan seksual sepanjang awal tahun 2026. Data mencatat, hanya dalam kurun Januari hingga April 2026 terdapat 37 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilaporkan. Sementara itu, dinas terkait juga mendata sebanyak 24 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara keseluruhan sepanjang Triwulan I 2026.

Angka tersebut dinilai bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata hancurnya rasa aman dan masa depan anak-anak yang menjadi korban.

Belum reda keprihatinan publik terhadap berbagai kasus sebelumnya, masyarakat kembali diguncang peristiwa memilukan yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) di wilayah Pulomerak. Seorang anak usia Sekolah Dasar (SD) diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami trauma mendalam.

Baca juga:  Bocah 9 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Rumah Mewah BBS 3, Polisi Usut Pembunuhan Sadis di Ciwaduk

Pengurus Pusat IMC, Ikhlas Wahyu Robby, menegaskan bahwa situasi tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa atau hanya diselesaikan melalui prosedur administratif semata.

“Ini adalah masalah kemanusiaan yang sangat serius. Ketika rumah dan lingkungan tetangga yang seharusnya menjadi benteng pelindung justru berubah menjadi tempat yang mengancam nyawa dan masa depan putra-putri daerah, maka tidak ada pilihan lain selain mengawal dan melawan,” tegasnya.

Atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai agen sosial kontrol, IMC menyatakan siap mengawal ketat kasus tersebut, khususnya kasus terbaru di Pulomerak, hingga korban mendapatkan keadilan hukum serta pendampingan psikologis yang layak sampai pulih.

IMC juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, dan Pemerintah Kota Cilegon agar tidak lagi bersikap pasif terhadap maraknya kasus kekerasan seksual.

“Kasus kekerasan seksual adalah musuh bersama yang penanganannya harus dikawal secara kolektif,” tutupnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!