Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Banten Masuk 8 Besar Produsen Beras Nasional, Andra Soni Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas

92
×

Banten Masuk 8 Besar Produsen Beras Nasional, Andra Soni Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa Provinsi Banten kini menempati posisi delapan besar nasional dalam produksi beras. Capaian ini sekaligus menegaskan kekuatan ketahanan pangan daerah berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan yang terus terjaga.

Hal tersebut disampaikan Andra saat menghadiri kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang diinisiasi Kementerian Pertanian di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).

Banner

“Pada tahun 2025, luas panen padi di Banten mencapai 345.421 hektare dengan total produksi sekitar 1,8 juta ton,” ujar Andra.

Dengan capaian tersebut, Banten resmi mengukuhkan diri sebagai produsen padi terbesar kedelapan di Indonesia. Prestasi ini juga sejalan dengan konsistensi Banten dalam mempertahankan Indeks Ketahanan Pangan selama enam tahun berturut-turut.

Menurut Andra, modernisasi sektor pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas. Ia menyebutkan bahwa penerapan sistem pertanian modern mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan.

“Produktivitas yang sebelumnya 3,25 hingga 4,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 5,1 hingga 7,5 ton. Bahkan, dalam kondisi optimal bisa mencapai 10 ton per hektare,” jelasnya.

Baca juga:  Society 5.0: Teknologi Canggih, Tetapi Mampukah Ia Menghapus Ketimpangan Gender?

Selain meningkatkan hasil, mekanisasi pertanian juga dinilai mampu menekan biaya produksi dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Lebih jauh, peningkatan produksi ini diharapkan dapat menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekitar 3,5 juta penerima manfaat di Banten.

“Sekitar 85 persen kebutuhan MBG berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Ini menjadi peluang besar yang harus kita optimalkan,” tambahnya.

Teknologi Presisi Dorong Efisiensi

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Husnain, menjelaskan bahwa sistem PM-AAS merupakan hasil adopsi teknologi dari praktik pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat. Sistem ini mengusung metode tanam rapat untuk meningkatkan populasi tanaman dan hasil produksi.

Saat ini, program percontohan PM-AAS di Banten dilakukan di lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Kasemen. Program ini merupakan bagian dari 15 lokasi percontohan yang tersebar di 14 provinsi.

Kepala Wilayah Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Banten, Andry Polos, menyebutkan bahwa PM-AAS mengedepankan enam prinsip utama, yakni tanam rapat, digitalisasi, mekanisasi, skala luas, intensifikasi, dan pendekatan spesifik lokasi.

Baca juga:  Andra Soni Bawa Suara Banten di Rakornas Nasional, Dengar Langsung Arahan Prabowo

“Target produksi kami mencapai 10 ton per hektare,” ujarnya.

Petani Sambut Positif

Program ini juga mendapat respons positif dari petani. Ketua Kelompok Tani Masyarakat Guyub 1, Andi Kamal, mengungkapkan bahwa penggunaan alat modern mampu memangkas biaya tanam secara drastis.

“Kalau manual, biaya bisa mencapai Rp2 juta per hektare dengan 25 pekerja. Dengan mesin, cukup sekitar Rp200 ribu per hektare,” katanya.

Ia juga menilai mekanisasi menjadi solusi atas berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian, terutama dari kalangan generasi muda.

Saat ini, produktivitas lahan percontohan di Banten berada di kisaran 6 hingga 6,5 ton per hektare dengan penggunaan benih varietas Inpari 32. Ke depan, angka tersebut ditargetkan terus meningkat seiring optimalisasi teknologi pertanian modern.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!