Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialTeknologi

Arus Balik Bali–Jawa Menguat, ASDP Pastikan Penyeberangan Aman dan Terkendali

230
×

Arus Balik Bali–Jawa Menguat, ASDP Pastikan Penyeberangan Aman dan Terkendali

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN — Menjelang tutup tahun 2025, mobilitas masyarakat di lintasan penyeberangan Bali–Jawa kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa (30/12) atau H+5 Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus kendaraan dari Bali menuju Jawa terpantau menguat, didominasi kendaraan roda empat dan truk logistik. Di tengah lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan peningkatan trafik mencerminkan masih aktifnya pergerakan masyarakat, baik untuk arus balik liburan maupun distribusi logistik akhir tahun. Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut memengaruhi pola perjalanan yang lebih fleksibel, sehingga arus kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu.

Banner

“Fleksibilitas perjalanan ini berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat dan logistik. ASDP memastikan seluruh layanan tetap optimal di tengah dinamika tersebut,” ujar Heru.

Data Posko Pelabuhan Gilimanuk mencatat, pada H+5 Nataru jumlah penumpang mencapai 27.826 orang atau naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 8.350 unit atau tumbuh 18,3 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada truk logistik sebanyak 1.821 unit atau melonjak 34,6 persen, disusul kendaraan roda dua sebanyak 3.798 unit atau meningkat 24,6 persen. Kondisi ini menunjukkan arus balik yang solid sekaligus terjaganya distribusi logistik menuju Pulau Jawa.

Baca juga:  PLN Buka Mata Mahasiswa: Energi Bukan Sekadar Listrik, Tapi Masa Depan Bangsa

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Kesiapan ini diperkuat dengan penempatan 350 petugas operasional di Pelabuhan Ketapang dan 250 petugas di Pelabuhan Gilimanuk, serta penerapan sistem penundaan (delaying system) dan buffer zone di sejumlah titik strategis.

Terkait fasilitas pelabuhan, Windy menegaskan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini berstatus siaga sebagai dermaga perbantuan dan tidak dioperasikan secara aktif. Dermaga tersebut akan difungsikan secara situasional guna mendukung percepatan layanan bila kondisi lapangan membutuhkan.

“Dermaga ponton disiapkan sebagai opsi pendukung untuk menjaga kelancaran arus dan fleksibilitas operasional,” jelasnya.

Selain itu, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD guna memastikan keselamatan pelayaran di tengah potensi perubahan cuaca dan dinamika lapangan.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+5 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 374.347 orang atau turun 4,4 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan mencapai 106.476 unit atau naik 2,3 persen. Sementara itu, arus dari Jawa ke Bali tercatat 381.165 penumpang atau turun 4,9 persen, dengan total kendaraan 101.562 unit atau meningkat 1,1 persen.

Baca juga:  PKS Segarkan Mesin Politik di Banten: Wajah Baru Pimpin DPTD Jelang Pemilu 2030

Dengan seluruh kesiapan tersebut, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga konektivitas nasional, memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan optimal hingga berakhirnya masa libur Nataru.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!