Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Aceh Bangkit dari Gelap: 1.000 Genset Negara Jadi Penyelamat Warga Terdampak Banjir

218
×

Aceh Bangkit dari Gelap: 1.000 Genset Negara Jadi Penyelamat Warga Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN – Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, perlahan kembali hidup di awal 2026. Setelah berhari-hari terbenam dalam kegelapan akibat banjir dan longsor yang memutus aliran listrik, suara genset kini menggema, membawa cahaya sekaligus harapan bagi warga.

Bantuan genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menjadi solusi darurat di tengah rusaknya jaringan listrik dan akses jalan yang masih terputus di sejumlah wilayah Aceh. Total 1.000 unit genset disalurkan untuk memastikan masyarakat tetap mendapat listrik bagi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.

Banner

Di Desa Pante Peusangan, kehadiran genset disambut haru. Nirwa, salah satu warga, tak kuasa menahan tangis saat penerangan kembali menyala.

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya dengan suara bergetar.

Rasa syukur juga disampaikan Muhammad Lidan, pengurus Musala Dusun Tanoh Rata. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya aktivitas ibadah malam hari nyaris terhenti akibat gelap gulita.

Baca juga:  Warga Cilegon Sambut Hangat Pergub Pembebasan Pajak Kendaraan: Amnesti yang Dinilai Tepat Sasaran

“Sejak genset ini ada, semua urusan ibadah dan penyebaran informasi bisa berjalan kembali. Kami sangat berterima kasih,” katanya.

Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menyebut genset menjadi penopang utama aktivitas warga sambil menunggu pemulihan jaringan listrik permanen.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Atas nama pemerintah desa dan warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan seluruh pihak terkait,” ucapnya.

Kondisi serupa terjadi di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Abdurrahman mengatakan genset dimanfaatkan untuk fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian.

“Sekarang penerangan kembali menyala dan warga merasa lebih aman,” jelasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa secara sistem, kelistrikan Aceh telah terhubung. Namun, jaringan distribusi di wilayah terpencil masih menghadapi kendala akses dan infrastruktur.

“Atas arahan Presiden, kami bersama PLN menyalurkan 1.000 genset sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap mendapat listrik,” ujar Bahlil.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pemulihan jaringan listrik menjadi prioritas utama meski medan dan akses sangat menantang.

Baca juga:  Framing "Jarang Ngantor": Politik Dangkal yang Kehabisan Isu

“Kami bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk menghadirkan kembali listrik secara bertahap dengan tetap mengedepankan keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menekankan bahwa genset menjadi jembatan kehidupan di wilayah terisolasi.

“Listrik adalah denyut kehidupan. Bantuan ini memastikan aktivitas warga, ibadah, layanan sosial, dan komunikasi tetap berjalan hingga sistem kelistrikan pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan geografis dan dampak bencana, sinergi negara kembali membuktikan perannya. Genset bukan sekadar mesin, tetapi simbol kehadiran negara, menjaga terang tetap menyala hingga Aceh benar-benar pulih.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!