Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTeknologi

Dindikbud Cilegon Luncurkan GEMBIRA, Ajak Anak Kembali ke Permainan Tradisional

36
×

Dindikbud Cilegon Luncurkan GEMBIRA, Ajak Anak Kembali ke Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menghadirkan cara kreatif untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai atau gadget melalui kegiatan Dolanan Goes to Mall di Cilegon Center Mall (CCM), Jumat (16/10/2026).

Ratusan anak sekolah tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional yang digelar di atrium pusat perbelanjaan tersebut. Suasana mal yang biasanya dipenuhi aktivitas belanja berubah menjadi arena bermain yang sarat nilai edukasi, kebersamaan, dan pelestarian budaya.

Banner

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB itu sekaligus menjadi momentum peluncuran Gerakan Siswa Bermain Tradisional Ceria (GEMBIRA), sebuah gerakan yang digagas Dindikbud Kota Cilegon untuk menghidupkan kembali permainan rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Melalui gerakan tersebut, Dindikbud mendorong anak-anak agar tidak hanya terpaku pada layar gawai, tetapi juga aktif bergerak, berinteraksi, bekerja sama, serta mengenal permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (P2PNFK) Dindikbud Kota Cilegon,Vania Eriza mengatakan, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain melatih kemampuan motorik dan kreativitas, permainan rakyat juga dapat membangun karakter, sportivitas, serta keterampilan sosial.

Baca juga:  Gubernur Andra Soni All Out Dukung Harganas 2025 di Banten

Menurutnya, menghadirkan permainan tradisional di pusat perbelanjaan menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan kembali budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang menarik dan menyenangkan.

“Kita berharap permainan tradisional ini bisa terus dilestarikan dan diimbaskan kembali ke satuan pendidikan masing-masing serta dimainkan dalam keseharian anak-anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan delapan permainan tradisional, yakni engklek, das-dasan, congklak, egrang, terompah panjang atau bakiak, balok, gobak sodor, dan boi-boian.

Anak-anak tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berkesempatan mengikuti lokakarya dan tutorial permainan yang dipandu secara langsung. Berbagai permainan tersebut mengajarkan nilai sportivitas, kekompakan, kesabaran, hingga kemampuan menyusun strategi.

Kemeriahan semakin terasa ketika para peserta mencoba permainan secara bersama-sama. Panitia juga menghadirkan pertunjukan permainan tradisional serta membagikan sejumlah hadiah kepada peserta.

Dindikbud Kota Cilegon berharap kegiatan Dolanan Goes to Mall tidak sekadar menjadi hiburan sesaat, tetapi mampu mendorong permainan tradisional kembali diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Gerakan GEMBIRA juga diharapkan dapat membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan aktivitas bermain secara langsung.

Baca juga:  Ketua Fraksi PKS Cilegon Ajak Warga Jadikan Idul Adha Sebagai Momentum Berbagi

Dengan demikian, anak-anak di Kota Cilegon diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, kreatif, memiliki kemampuan bersosialisasi, serta tetap mengenal dan mencintai budaya daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan permainan digital, Dolanan Goes to Mall menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa permainan tradisional masih relevan dan memiliki daya tarik bagi generasi muda.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!