Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahInternasionalKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Mahasiswa Unival Bawa Gagasan SDGs ke Forum Internasional, Ini Kiprahnya

43
×

Mahasiswa Unival Bawa Gagasan SDGs ke Forum Internasional, Ini Kiprahnya

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di pelosok desa mengantarkan mahasiswa Universitas Al-Khairiyah (Unival), Wendi Juwendi, meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 atau lima abad Kabupaten Serang.

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah Wendi dalam bidang pendidikan dan kepemudaan, termasuk saat mewakili Indonesia dalam forum internasional International Renewable Leaders Summit yang diikuti perwakilan dari sekitar 38 negara.

Banner

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas dalam kegiatan yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas.

Wendi saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester lima Program Studi Hukum Keluarga Islam Unival. Dalam forum internasional tersebut, ia membawa gagasan dan advokasi yang berkaitan dengan *Sustainable Development Goals* (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan.

Bagi Wendi, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi. Apresiasi itu juga menjadi pengakuan atas proses panjang yang dijalaninya dalam membangun gerakan sosial dan memperluas akses belajar bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Pemuda asal Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, itu memulai langkahnya dari kepedulian terhadap anak-anak di perdesaan yang membutuhkan ruang belajar tambahan. Dari kepedulian tersebut, ia menginisiasi Umah Belajar pada 2021, sebuah kegiatan belajar berbasis masyarakat yang berpusat di rumahnya.

Gerakan tersebut bermula dari kegiatan pesantren Ramadan yang bertujuan mengisi waktu libur sekolah anak-anak dengan aktivitas positif sekaligus memberikan tambahan pembelajaran. Di luar dugaan, kegiatan itu mendapat sambutan luas dari masyarakat.

Baca juga:  BPN Banten Ungkap 7 Ribu Tanah Wakaf Belum Bersertifikat, GEMAPATAS Digencarkan

“Awalnya, Umah Belajar ini kami mulai saat Ramadan melalui kegiatan pesantren Ramadan. Ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pesertanya tidak hanya dari lingkungan sekitar rumah, tetapi juga dari kampung lain,” ujar Wendi.

Seiring berjalannya waktu, Umah Belajar berkembang menjadi ruang belajar bersama yang menjangkau lebih banyak anak. Inisiatif tersebut menjadi salah satu upaya Wendi untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar tambahan, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.

Bagi Wendi, keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan di wilayah perdesaan tidak seharusnya membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk berkembang. Ia meyakini bahwa lingkungan masyarakat dapat mengambil peran dalam mendukung pendidikan, meskipun dimulai dari langkah sederhana.

Konsistensinya mengembangkan kegiatan di bidang pendidikan turut mengantarkannya menjadi pemuda pelopor di Kabupaten Serang pada bidang tersebut. Pengalaman membangun gerakan sosial dari tingkat lokal kemudian menjadi bekal untuk memperluas gagasan dan advokasinya hingga ke forum internasional.

Menurut Wendi, pendidikan merupakan salah satu kunci untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda. Karena itu, anak-anak yang tinggal di pelosok desa perlu memperoleh dukungan agar memiliki ruang yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita.

Berawal dari Beasiswa, Melangkah ke Forum Internasional

Perjalanan Wendi dalam menempuh pendidikan tinggi juga tidak terlepas dari dukungan pihak lain. Ia mengaku dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Khairiyah berkat beasiswa yang diberikan oleh Menteri Desa saat itu, Yandri Susanto.

Baca juga:  Pemprov Banten Pertajam Kinerja Birokrasi, Target Nilai SAKIP 2026 Capai 70,10

Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Melalui dukungan beasiswa, Wendi dapat melanjutkan studi sekaligus mengembangkan kapasitas diri dan memperluas kontribusinya kepada masyarakat.

Pengalaman itu turut memperkuat tekadnya untuk terus belajar dan terlibat dalam kegiatan sosial. Ia pun bersyukur dapat membawa nama kampusnya sekaligus Indonesia dalam forum kepemudaan internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.

Bagi Wendi, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berkembang dapat terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha, termasuk anak muda yang tumbuh di wilayah perdesaan dengan berbagai keterbatasan.

Ia berharap perjalanan yang dilaluinya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya agar tidak minder dengan latar belakang keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil peluang menjadi bagian penting dalam proses meraih cita-cita.

“Jangan merasa tertinggal atau tidak mampu bersaing hanya karena kita berasal dari pelosok desa. Fokus saja pada proses. Tidak ada yang sia-sia ketika kita mau berusaha. Jalani prosesnya terlebih dahulu, masalah hasil nanti,” pesannya.

Kiprah Wendi menunjukkan bahwa kontribusi bagi masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui Umah Belajar, ia berupaya menghadirkan ruang pendidikan bagi anak-anak di desanya, sekaligus membawa semangat tersebut ke tingkat yang lebih luas.

Penghargaan pada momentum lima abad Kabupaten Serang itu pun menjadi penanda perjalanan Wendi dalam mengembangkan kepedulian terhadap pendidikan, dari sebuah kegiatan sederhana di rumah hingga membawa gagasan anak muda Indonesia ke panggung internasional.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!