Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Robinsar Gandeng PLN IP UBP Banten 1 Suralaya, Pipanisasi Air Bersih Cilegon Selatan Jadi Prioritas

169
×

Robinsar Gandeng PLN IP UBP Banten 1 Suralaya, Pipanisasi Air Bersih Cilegon Selatan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Banten 1 Suralaya memperpanjang nota kesepahaman (MoU) program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama Pemerintah Kota Cilegon. Selain melanjutkan program pelestarian lingkungan, perusahaan juga membuka peluang mendukung pembangunan jaringan pipanisasi air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Kota Cilegon.

Perpanjangan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Banner

Senior Manager PLN IP UBP Banten 1 Suralaya, I Nyoman Buda, mengatakan program CSR yang selama ini dijalankan bersama Pemkot Cilegon meliputi konservasi hutan kota, stabilisasi lahan, hingga pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan daya resap air dan mengurangi potensi banjir.

“Program yang terus kami jaga dan tingkatkan terdiri dari konservasi hutan kota, stabilisasi lahan, dan pembuatan lubang biopori. Harapannya dapat meningkatkan resapan air tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta membantu mengurangi potensi banjir,” ujar Nyoman usai penandatanganan MoU di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin (13/7/2026).

Selain program lingkungan, PLN IP UBP Banten 1 Suralaya juga menerima usulan dari Wali Kota Cilegon untuk mendukung pembangunan jaringan pipanisasi air bersih dari Merak menuju Salira.

Baca juga:  Gubernur Andra Soni Gaungkan Kolaborasi Inklusif: Semua Harus Bergerak untuk Banten

Menurut Nyoman, usulan tersebut merupakan program baru yang akan dikaji bersama Pemerintah Kota Cilegon sebelum direalisasikan.

“Untuk program pipanisasi kami akan berkoordinasi lebih lanjut. Ini merupakan program baru dan tentu akan kami pertimbangkan untuk program berikutnya, dengan melihat kebutuhan serta kondisi kawasan industri di wilayah tersebut,” katanya.

Ia menegaskan seluruh program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Program ini murni program sosial. Sebagai BUMN kami memiliki kewajiban melaksanakan CSR untuk masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah sesuai kebutuhan yang diprioritaskan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan perpanjangan kerja sama yang selama ini telah berjalan baik antara Pemkot Cilegon dan PLN IP UBP Banten 1 Suralaya.

Menurutnya, berbagai program CSR yang telah dijalankan, seperti penghijauan hutan kota dan pembangunan biopori, terbukti selaras dengan kebutuhan daerah.

“Ini sebenarnya perpanjangan MoU. Selama ini PLN IP UBP Banten 1 Suralaya memiliki program CSR yang sejalan dengan kebutuhan pemerintah, seperti biopori dan penghijauan hutan kota. Ke depan berbagai potensi kerja sama lainnya juga sangat memungkinkan untuk dikomunikasikan,” ujar Robinsar.

Baca juga:  Tarif Sewa Stadion Geger Cilegon Rp22,45 Juta, Retribusi Tembus Rp80 Juta

Robinsar berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kota Cilegon agar ikut berkontribusi melalui program CSR dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Cilegon memprioritaskan pembangunan jaringan pipanisasi menuju wilayah Gunung Batur, Tembulun hingga Salira yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Menurutnya, pembangunan jaringan pipa menjadi solusi paling efektif mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi batuan sehingga pengeboran sumur tidak lagi optimal.

“Solusi yang paling efektif adalah menarik pipa dari jaringan PDAM. Distribusi ke masyarakat akan mulai berjalan, tinggal menyelesaikan pembangunan pipa induk menuju wilayah tersebut. Jika anggaran perubahan belum mencukupi, kami akan berkomunikasi dengan industri melalui program CSR agar kebutuhan ini bisa dipenuhi,” pungkas Robinsar.

Pemkot Cilegon memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan pipa induk mencapai sekitar Rp3 miliar. Dukungan dari kalangan industri melalui program CSR diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan Kota Cilegon.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!