SERANG, RUBRIKBANTEN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Najib Hamas mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Dr. Syaeful Bahri. Dalam catatannya, duet kepala daerah tersebut dinilai berhasil mencatat sejumlah capaian positif, terutama pada sektor investasi dan reformasi birokrasi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga tingginya angka pengangguran lokal.
Menurut Dr. Syaeful Bahri, capaian paling menonjol dari pemerintahan Ratu Zakiyah–Najib Hamas adalah meningkatnya iklim investasi di Kabupaten Serang. Hal itu ditandai dengan raihan penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2026 melalui program kemudahan perizinan berusaha bagi investor.
“Regulasi yang kondusif berhasil menarik minat pasar dan memperkuat posisi Kabupaten Serang sebagai salah satu zona industri utama di Banten,” ujarnya.
Selain itu, langkah penyegaran birokrasi melalui mutasi dan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV pada awal Januari 2026 juga dinilai menjadi keputusan strategis. Penunjukan Sekretaris Daerah definitif disebut mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat akselerasi program pembangunan daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga diapresiasi karena dinilai konsisten merealisasikan janji politik terkait pemberian insentif bagi guru ngaji, guru madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA), dan kader Posyandu sebagai bentuk perhatian terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Tak hanya itu, sinergi lintas sektoral yang dibangun Pemkab Serang juga mendapat nilai positif. Pemerintah daerah disebut aktif melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI terkait peningkatan fasilitas kesehatan dan SDM medis, serta menjalin koordinasi dengan Kementerian Pariwisata RI guna mendorong destinasi wisata lokal menuju standar internasional.
Meski demikian, Dr. Syaeful Bahri menilai masih ada sejumlah tantangan serius yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah pada tahun kedua kepemimpinan mereka.
Salah satu yang paling disorot adalah ketimpangan dan kerusakan infrastruktur. Peristiwa robohnya bangunan sekolah seperti di SMPN 2 Cikeusal disebut menjadi alarm keras bahwa pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan dan jalan di wilayah pelosok belum berjalan optimal.
“Ini menunjukkan perlunya percepatan penanganan infrastruktur dasar secara menyeluruh dan berbasis kebutuhan lapangan,” katanya.
Persoalan lain yang juga menjadi perhatian adalah belum maksimalnya penyerapan tenaga kerja lokal di tengah tingginya investasi yang masuk ke Kabupaten Serang. Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan catatan DPRD Kabupaten Serang dalam sidang LKPJ 2025 yang meminta pemerintah daerah memiliki strategi konkret dalam mengatasi pengangguran.
Selain itu, sinkronisasi program pusat dan daerah juga dinilai perlu diperkuat. Sebagai daerah industri dengan dinamika sosial yang tinggi, Pemkab Serang dituntut mampu memastikan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan layanan kesehatan tanpa diskriminasi benar-benar tepat sasaran hingga tingkat desa.
Untuk tahun kedua pemerintahan Ratu Zakiyah–Najib Hamas, Dr. Syaeful Bahri memberikan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya ialah penggunaan skala prioritas berbasis data dengan mengalokasikan hasil Anugerah Pajak Daerah 2026 untuk rehabilitasi total gedung sekolah rusak.
Ia juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan program link and match industri melalui pembukaan Balai Latihan Kerja (BLK) spesifik agar masyarakat lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Pertumbuhan investasi harus selaras dengan peningkatan kualitas SDM lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Selain itu, transparansi publik juga diminta terus diperkuat pasca evaluasi DPRD agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga setelah dinamika politik Pilkada tahun lalu.















