Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Ngalaksa 2026 Resmi Dibuka, Tradisi Syukur Panen Hidupkan Spirit Kebersamaan di Rancakalong

25
×

Ngalaksa 2026 Resmi Dibuka, Tradisi Syukur Panen Hidupkan Spirit Kebersamaan di Rancakalong

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN – Upacara adat Ngalaksa 2026 resmi dibuka di Geo Theater Rancakalong, Selasa (5/5/2026). Tradisi tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen ini mengusung tema “Nata budaya, mumusti tradisi, nutur galur para sepuh kapungkur”.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma, bersama unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Sumedang.

Banner

Tak hanya pejabat, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Rancakalong turut memadati lokasi dengan mengenakan pakaian adat Sunda. Kehadiran mereka memperkuat nuansa kultural yang kental dalam prosesi pembukaan.

Acara diawali dengan laporan Camat Rancakalong yang menegaskan bahwa Ngalaksa bukan sekadar seremoni, melainkan ruang menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap nilai gotong royong dan harmoni dengan alam.

Panggung budaya kemudian dihidupkan dengan tarian tradisional Ngalaksa. Gerakan yang dinamis dan sarat makna menggambarkan doa serta harapan masyarakat akan keberkahan hasil bumi. Antusiasme warga dan pelajar terlihat jelas saat menyaksikan prosesi secara langsung.

Baca juga:  Tak Tunggu Surut, Fery Budiman Sedot Langsung Banjir Cigading

Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma, menilai Ngalaksa memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan.

“Kearifan lokal adalah bagian dari identitas bangsa. Kehadiran kami di Ngalaksa 2026 merupakan wujud komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan dalam kegiatan budaya juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. Nilai gotong royong, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap tradisi dinilai penting dalam proses reintegrasi sosial.

Ngalaksa 2026 akan berlangsung selama enam hari, hingga 10 Mei 2026. Selama itu, Geo Theater Rancakalong menjadi pusat aktivitas budaya, mulai dari pameran UMKM, pentas seni, hingga diskusi sejarah lokal.

Pembukaan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat. Kehadiran Forkopimda dan berbagai unsur sipil menunjukkan soliditas dalam menjaga identitas budaya daerah.

Dengan semangat kolaborasi, Ngalaksa 2026 diharapkan tak sekadar menjadi perayaan adat, tetapi juga momentum penguatan budaya sebagai fondasi pembangunan di Sumedang.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!