JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga, S.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Bangkit PII ke-79 harus menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk bertransformasi dan memperkuat peran dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam pernyataannya, Kevin menyampaikan bahwa sejak awal berdiri, PII telah menegaskan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai dua hal yang saling melengkapi, bukan untuk dipertentangkan. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial tinggi.
“Indonesia hari ini tidak kekurangan orang pintar. Namun yang dibutuhkan adalah lebih banyak pribadi yang mau berjuang dan siap mengabdi,” ujarnya.
Kevin menekankan bahwa kader PII harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor pendidikan, penggerak perubahan, sekaligus penjaga moral bangsa. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus mengembangkan kapasitas diri, terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Momentum usia ke-79, lanjutnya, tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan harus dimaknai sebagai titik kebangkitan untuk memperkuat tradisi intelektual, mempererat solidaritas kader, serta memastikan PII tetap relevan di setiap perkembangan zaman.
“Saya percaya, selama semangat belajar, berjuang, dan pengabdian terus dijaga, PII akan selalu menjadi kekuatan moral dan intelektual bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Kevin memberikan pesan kepada seluruh kader PII agar tidak pernah lelah dalam berjuang dan terus berkontribusi untuk umat dan bangsa.
“Jangan pernah lelah berjuang, jangan pernah malu menjadi kader PII, dan jangan pernah berhenti mengabdi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan banyak tokoh bangsa lahir dari proses kaderisasi PII, sehingga estafet perjuangan kini berada di tangan generasi saat ini.
Peringatan Hari Bangkit PII ke-79 pun diharapkan menjadi simbol kematangan organisasi dalam memperkuat pengabdian serta keseriusan dalam membangun masa depan Indonesia.















