CILEGON, RUBRIKBANTEN – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta, menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus dijadikan bahan refleksi serius terhadap kondisi pendidikan saat ini.
Menurutnya, di tingkat daerah masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang belum terselesaikan, seperti pemerataan akses pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta keterbatasan sarana dan prasarana yang belum merata.
“Hardiknas harus menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah di sektor pendidikan yang harus segera dibenahi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon menekankan agar sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan tidak terdampak secara signifikan. Pasalnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia serta daya saing daerah di masa depan.
Selain itu, pihaknya juga mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk lebih fokus pada penguatan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Hal tersebut mencakup peningkatan keterampilan, pembentukan karakter, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana menyiapkan generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap bersaing,” tambahnya.
Qoidatul menegaskan, Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan tanpa terkecuali.















