CILEGON, RUBRIKBANTEN — Sebanyak 393 jemaah haji asal Kota Cilegon yang tergabung dalam kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 4 Mei 2026. Pemberangkatan ini menjadi awal musim haji tahun ini bagi Cilegon, sekaligus masuk dalam gelombang pertama keberangkatan jemaah Indonesia.
Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Cilegon, H. Zarkoni, menjelaskan bahwa jumlah tersebut sudah termasuk petugas kloter, seperti ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis dokter dan perawat, serta dua petugas haji daerah (PHD).
“Untuk tanggal 4 Mei, total jemaah beserta petugas sebanyak 393 orang. Ini merupakan kloter 11 JKG dan menjadi kloter awal dari Kota Cilegon,” ujarnya.
Rencananya, seluruh jemaah akan dilepas secara resmi dari halaman DPRD Kota Cilegon pada sore hari sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu, rombongan akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, sebelum diterbangkan ke Madinah.
Zarkoni menambahkan, jemaah kloter pertama ini termasuk dalam gelombang pertama, yang artinya akan mendarat di Madinah terlebih dahulu sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Selain itu, kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kota Cilegon. Wali Kota Cilegon, Robinsar, berencana memberikan bantuan uang saku atau “kadeudeuh” sebesar Rp500 ribu kepada setiap jemaah yang berdomisili di Cilegon.
“Insya Allah, Pak Wali Kota akan memberikan kadeudeuh Rp500 ribu untuk jemaah yang ber-KTP Cilegon. Sementara yang bukan warga Cilegon tidak mendapatkan bantuan tersebut,” jelas Zarkoni.
Dalam hal teknis pemberangkatan, Kemenag mengimbau agar jemaah datang ke lokasi pelepasan didampingi keluarga. Namun, demi keamanan dan kenyamanan, hanya satu orang pengantar yang diperbolehkan masuk ke area DPRD untuk setiap jemaah. Sementara itu, pengantaran hanya diperbolehkan sampai di Cilegon dan tidak diperkenankan hingga ke asrama haji.
Dari sisi demografi, mayoritas jemaah haji tahun ini didominasi usia di atas 50 tahun. Adapun jemaah tertua di kloter ini berusia 84 tahun, sementara yang termuda sekitar 17 tahun.
Menjelang keberangkatan, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal.
“Ibadah haji adalah ibadah yang luar biasa. Jemaah adalah tamu Allah, sehingga harus menjaga kesehatan dan kebugaran agar dapat menjalankan ibadah dengan maksimal,” pungkas Zarkoni.















