CILEGON, RUBRIKBANTEN – Proyek pengurukan sawah milik H. Arief Ali Rahman menjadi perhatian warga setelah sebelumnya dikeluhkan karena aktivitas kendaraan proyek yang berdampak pada kondisi jalan.
Menanggapi hal tersebut, H. Arief Ali Rahman menyampaikan bahwa proses musyawarah dengan masyarakat telah dilakukan dan berjalan dengan baik. Pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur RT, RW, serta perwakilan tokoh masyarakat setempat.
“Alhamdulillah musyawarah sudah selesai, dihadiri RT, RW, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada prinsipnya tidak ada penolakan dari warga terkait kegiatan pengurukan tersebut. Dirinya mengaku telah mendatangi warga satu per satu untuk memberikan penjelasan.
“Sebenarnya tidak ada yang protes, karena semuanya sudah saya datangi ke rumah masing-masing,” katanya.
Namun demikian, warga menyampaikan satu permintaan utama, yakni agar jalan yang terdampak aktivitas proyek dapat diperbaiki kembali setelah pekerjaan selesai.
“Masyarakat hanya minta setelah selesai pekerjaan, jalan diperbaiki kembali. Itu saja,” ungkapnya.
H. Arief memastikan bahwa perbaikan jalan akan menjadi tanggung jawabnya sebagai bagian dari komitmen terhadap warga sekitar. Ia menegaskan proyek tersebut merupakan pekerjaan pribadi dengan pendanaan mandiri.
“Karena ini pekerjaan pribadi, ya menggunakan dana pribadi. Setelah pengurukan selesai, jalan pasti diperbaiki,” tegasnya.
Ia menargetkan proses pengurukan baru sekitar 10 hari, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
“Kalau hujan ya tidak bisa, tapi kalau panas kita lanjut. Mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga sempat mengeluhkan aktivitas kendaraan proyek yang keluar masuk lokasi karena dinilai menyebabkan kerusakan jalan di lingkungan tersebut.















