SERANG, RUBRIKBANTEN – Ratu Rachmatuzakiyah membuka kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan bagi penyandang disabilitas serta Sosialisasi Kurasi Produk UMKM Tahun 2026 di Pesona Krakatau Hotel and Cottage, Kecamatan Cinangka, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Serang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi kelompok disabilitas dan pelaku UMKM. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mengolah ikan menjadi berbagai produk olahan seperti otak-otak, bakso ikan, hingga dimsum.
“Hari ini saya membuka pelatihan pengolahan hasil perikanan khusus untuk penyandang disabilitas, dan sosialisasi kurasi produk UMKM,” ujar Ratu Zakiyah kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Jakarta sebagai bagian dari peningkatan kapasitas keterampilan masyarakat.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 20 penyandang disabilitas dan 20 pelaku UMKM. Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan materi yang mencakup keterampilan teknis hingga pengembangan produk.
“Harus diikuti dengan maksimal agar kegiatan ini tidak sia-sia. Insya Allah akan bermanfaat dan meningkatkan kemandirian ekonomi peserta,” katanya.
Ratu Zakiyah berharap hasil pelatihan dapat mendorong lahirnya produk-produk yang higienis dan memiliki daya saing di pasar. Menurutnya, hal ini juga menjadi peluang untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang.
Selain pelatihan produksi, peserta UMKM juga mendapatkan pembekalan terkait kurasi produk agar dapat menembus pasar ritel modern. Pemkab Serang bahkan menggandeng Alfamidi untuk memberikan penilaian terhadap produk peserta.
“Kalau belum masuk standar ritel, nanti akan diberi masukan, misalnya terkait kelengkapan label seperti tanggal kedaluwarsa,” jelasnya.
Ia juga mengimbau pelaku UMKM untuk melengkapi berbagai persyaratan seperti PIRT, sertifikasi halal, dan informasi masa berlaku produk. Dengan begitu, peluang produk masuk pasar modern semakin besar.
Bagi peserta penyandang disabilitas, Pemkab Serang memastikan akan memberikan pendampingan lanjutan, termasuk fasilitasi perizinan usaha dan akses permodalan melalui kerja sama dengan BPR Serang.
Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri Jakarta, Ali Khomaini, mengatakan materi pelatihan mencakup soft skill, teknik pengolahan hasil perikanan, hingga pemasaran dan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kami ajarkan juga teknik pemasaran serta legalitas usaha agar peserta siap bersaing,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan perwakilan kementerian, di antaranya Ronggolawe Sahuri, Asda II Kabupaten Serang Febriyanto, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Serang.















