Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

100 Kasus HIV Baru di 2025, Didominasi Usia Produktif: Dinkes Cilegon Waspadai Pola Perilaku Berisiko

90
×

100 Kasus HIV Baru di 2025, Didominasi Usia Produktif: Dinkes Cilegon Waspadai Pola Perilaku Berisiko

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengungkapkan tren kasus HIV/AIDS masih didominasi kelompok usia produktif dengan pola penularan yang berkaitan erat dengan perilaku berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 ditemukan sebanyak 100 kasus baru HIV. Angka tersebut merupakan temuan kasus baru dan tidak digabungkan dengan kasus lama maupun pasien yang telah memasuki stadium AIDS.

Banner

“Selain itu, pada tahun yang sama juga ditemukan sejumlah kasus yang telah berkembang menjadi AIDS, serta terdapat 6 kasus meninggal dunia,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, hingga Februari, tercatat 16 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, kelompok risiko didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) sebanyak 8 kasus. Sementara itu, masing-masing satu kasus berasal dari pelanggan pekerja seks dan pasangan orang dengan HIV dalam hubungan suami-istri.

Dua kasus lainnya berasal dari populasi umum tanpa faktor risiko yang teridentifikasi. Tidak ditemukan kasus dari ibu hamil, waria, pengguna narkoba suntik, maupun warga binaan pemasyarakatan pada periode tersebut.

Baca juga:  Gus Ipul Siapkan Sekolah Rakyat di Banten, Konsolidasi Terus Dikebut

Dari temuan tambahan, terdapat satu kasus HIV dengan komplikasi Tuberkulosis (TBC), serta tiga kasus yang telah memasuki tahap AIDS disertai Infeksi Menular Seksual (IMS).

Ratih menjelaskan, HIV menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya sangat rentan terhadap infeksi oportunistik, termasuk TBC. “Ini yang menjadi perhatian serius karena bisa memperburuk kondisi pasien,” katanya.

Tren Kumulatif

Sejak pencatatan dimulai pada 2005 hingga Februari 2026, total kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon mencapai 1.484 kasus. Rinciannya, 1.060 kasus terjadi pada laki-laki dan 424 kasus pada perempuan.

Kelompok usia 20–49 tahun menjadi yang paling dominan, menunjukkan bahwa penyebaran banyak terjadi pada usia produktif. Meski demikian, kasus juga ditemukan pada anak-anak akibat penularan dari ibu ke anak.Upaya Pencegahan

Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus menggencarkan berbagai langkah pencegahan, di antaranya melalui program Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk menjangkau kelompok berisiko secara langsung di lapangan.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi dilakukan di masyarakat, sekolah tingkat SMP dan SMA, hingga lingkungan perusahaan. Pemerintah juga menjalankan program skrining ibu hamil untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis secara gratis sebagai bagian dari upaya eliminasi penularan dari ibu ke anak.

Baca juga:  Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026, Wagub Dimyati: Sudah Dianggarkan

Kampanye juga rutin digelar setiap peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, disertai pendekatan komunitas melalui penjangkau lapangan guna meningkatkan efektivitas edukasi tanpa menimbulkan resistensi.

Perilaku Jadi Faktor Utama

Ratih menegaskan bahwa penularan HIV sangat berkaitan dengan perilaku, seperti hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, berganti-ganti pasangan, serta penggunaan narkoba suntik meskipun tren terakhir disebut mulai menurun.

“Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk menghindari perilaku berisiko, menggunakan alat pelindung, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” tegasnya.

Peran Keluarga dan Pendidikan

Ia juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini melalui lingkungan keluarga, pendidikan di sekolah, serta pendekatan keagamaan dan moral.

“Pencegahan HIV tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah hingga masyarakat luas,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!