Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Syiar Ramadan Al-Khairiyah Menggema, Menteri Desa dan Gubernur Banten Kompak Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Desa

94
×

Syiar Ramadan Al-Khairiyah Menggema, Menteri Desa dan Gubernur Banten Kompak Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Desa

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Keluarga besar Al-Khairiyah menggelar kegiatan Syiar Ramadan Al-Khairiyah yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan Gubernur Banten di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis memperkuat ukhuwah islamiyah, mempererat sinergi pemerintah dengan lembaga pendidikan, sekaligus mendorong pemberdayaan desa dan lahirnya generasi muda wirausaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Yandri Susanto, Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, pimpinan Al-Khairiyah, civitas akademika Universitas Al-Khairiyah, para ulama, serta mahasiswa.

Banner

Dalam sambutannya, Yandri Susanto menegaskan kedekatan emosionalnya dengan Al-Khairiyah. Ia menyebut lembaga tersebut sebagai rumah sendiri yang telah membesarkannya sejak aktif sebagai anggota DPR hingga kini menjabat sebagai menteri.

“Al-Khairiyah ini adalah rumah saya sendiri. Saya dibesarkan, didoakan, dan didukung oleh keluarga besar Al-Khairiyah. Alhamdulillah, hari ini saya kembali hadir sebagai Menteri Desa,” ujarnya.

Yandri menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara Kementerian Desa dan perguruan tinggi untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda desa. Ia memaparkan sejumlah program strategis seperti Desa Ekspor, penguatan BUMDes, pengembangan desa wisata dan desa tematik, hingga dukungan terhadap program nasional makan bergizi gratis melalui penguatan desa jagung, desa perikanan, dan desa peternakan.

Baca juga:  Andra Soni Apresiasi PERSI, Turnamen Padel Jadi Simbol Kekompakan Tenaga Kesehatan Banten

“Mahasiswa Al-Khairiyah, apapun jurusannya, harus berani menjadi entrepreneur. Sekarang zamannya pengusaha muda bangkit,” tegasnya, sembari mendorong perumusan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Desa dan Universitas Al-Khairiyah.

Sementara itu, Andra Soni mengapresiasi konsistensi Al-Khairiyah yang telah memasuki tahun ke-11 pelaksanaan Syiar Ramadan. Ia menilai kegiatan ini sebagai ikhtiar berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Syiar Ramadan Al-Khairiyah memiliki sejarah dan kontribusi besar dalam pembangunan pendidikan di Banten. Ini sejalan dengan semangat membangun Banten yang maju, adil, merata, dan berintegritas,” ujarnya.

Andra juga memaparkan capaian program sekolah gratis tingkat SMA/SMK/SKH di Provinsi Banten yang telah menjangkau puluhan ribu siswa. Ia mengajak aparatur pemerintah menjadikan pengabdian sebagai bagian dari ibadah dengan menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat. Bahkan, ia menyatakan niatnya untuk ikut mengajar di Al-Khairiyah sebagai bentuk kontribusi langsung.

Pada kesempatan yang sama, Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa pendidikan di Al-Khairiyah tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Siswa-siswi Al-Khairiyah dididik untuk menahan diri, berempati, serta tidak melupakan tugas memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai umat Islam,” ujarnya.

Baca juga:  Banten Pecahkan Sejarah di Tuan Rumah Hari Pers Nasional 2026, Gubernur Andra Soni Siap Sambut Ribuan Insan Pers dari Seluruh Indonesia

Fajar juga mengapresiasi gerakan pemuda Al-Khairiyah seperti Al-Khairiyah Mengabdi, Al-Khairiyah Mengaji, dan Al-Khairiyah Mengajar yang dinilainya sebagai wujud nyata empati generasi muda terhadap masyarakat.

“Tidak banyak pemuda yang mau terus memberi, bahkan menjadi pengingat bagi kami yang ada di pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab moral memastikan generasi tersebut tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik dan berdaya saing.

“Tidak bisa dipungkiri, masa depan negara ini adalah milik anak mudanya. Tugas kami memastikan 10 sampai 20 tahun ke depan, masa depan adik-adik semua harus jauh lebih baik,” tegas Fajar.

Sejalan dengan Safari Ramadan, Pemerintah Kota Cilegon juga terus menggulirkan program Tarawih Berkunjung (Tarjung) dengan fokus pada masjid-masjid yang membutuhkan perhatian, khususnya dari sisi pembangunan. Fajar turut mengapresiasi dukungan Baznas Kota Cilegon dalam membantu program keagamaan dan sosial.

Rangkaian Syiar Ramadan dan Safari Ramadan ini diharapkan menjadi energi kolektif mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkokoh sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mewujudkan Banten yang maju, sejahtera, dan berintegritas.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!