Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

CSR Industri Cilegon Disorot: HMI Nilai Gelap, Tak Terarah, Sarat Gimik

198
×

CSR Industri Cilegon Disorot: HMI Nilai Gelap, Tak Terarah, Sarat Gimik

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, TB Rizki Andika, melayangkan kritik keras terhadap tata kelola Corporate Social Responsibility (CSR) industri di Kota Cilegon yang dinilai amburadul, tidak transparan, dan berpotensi disalahgunakan.

Rizki menegaskan, hingga kini tidak terdapat sistem resmi yang memastikan program CSR industri terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Akibatnya, CSR berjalan tanpa arah kebijakan yang jelas, tumpang tindih, bahkan cenderung hanya menjadi alat pencitraan semata.

Banner

“Cilegon dikenal sebagai kota industri, tapi ironisnya pemerintah daerah gagal mengawal dana CSR agar dikelola secara terencana. Tanpa integrasi RPJMD, CSR hanya proyek sporadis yang tak menyentuh akar masalah masyarakat,” tegas Rizki.

Selain itu, HMI Cilegon menyoroti ketiadaan platform publik yang memuat data komprehensif CSR industri. Hingga saat ini, masyarakat tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran CSR, jenis program, lokasi pelaksanaan, maupun penerima manfaatnya.

“Ini masalah serius. Ketiadaan pelaporan terbuka menciptakan ruang gelap pengelolaan CSR. Anggaran publik saja wajib transparan, mengapa dana CSR yang menyangkut kepentingan rakyat justru tertutup?” ujarnya.

Baca juga:  BI Banten Tegaskan Program Pangan Dongkrak Pertanian

Rizki menilai kondisi tersebut sangat berbahaya karena membuka peluang penyelewengan anggaran, konflik kepentingan, serta distribusi manfaat yang tidak adil. Padahal, CSR sejatinya merupakan mandat sosial untuk kepentingan masyarakat luas, bukan ruang kompromi elite dan kepentingan modal.

Atas dasar itu, HMI Cilegon mendesak pemerintah daerah untuk segera membangun platform terpadu CSR yang mencakup pelaporan, verifikasi, dan pemetaan program secara real time serta dapat diakses publik.

Tak hanya itu, Rizki juga menuntut agar seluruh program CSR industri di Kota Cilegon diaudit secara independen.

“Audit adalah keniscayaan. Tanpa audit, tidak ada jaminan dana CSR benar-benar sampai ke rakyat. Jika pemerintah dan industri menolak diaudit, publik patut curiga ada yang disembunyikan,” katanya tegas.

HMI Cilegon menegaskan kritik ini merupakan bagian dari kontrol politik mahasiswa agar pembangunan daerah tidak dikuasai segelintir kepentingan.

“Kami tidak anti-industri. Tapi kami menolak pengelolaan CSR yang tidak akuntabel. Negara tidak boleh kalah oleh modal. CSR harus berpihak pada rakyat, bukan menjadi bancakan terselubung,” tutup Rizki.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!