Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosialWisata

Pemuda Cilegon Ukir Sejarah, Tokoh Lokal Resmi Jadi Dokumen Negara Lewat Film

200
×

Pemuda Cilegon Ukir Sejarah, Tokoh Lokal Resmi Jadi Dokumen Negara Lewat Film

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Komitmen generasi muda Kota Cilegon dalam menjaga dan melestarikan sejarah serta kebudayaan lokal kembali dibuktikan. Sosok maestro golok pusaka, Abah Jamhari, resmi diangkat ke layar lebar melalui film dokumenter budaya yang kini tercatat sebagai dokumen visual negara.

Inisiatif tersebut digagas sejak tahun 2024 oleh Ketua Forum Pemuda Kota Cilegon, Sohihul Hadis atau yang akrab disapa Kang Hadis, bersama sineas dokumenter asal Banten, Darwin Mahesa. Gagasan awalnya sederhana namun visioner: mengabadikan kiprah Abah Jamhari agar nilai, filosofi, dan warisan budayanya tidak tergerus zaman.

Banner

“Sejak awal kami ingin Abah Jamhari diangkat menjadi film dokumenter sebagai dokumen negara, agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak sejarahnya,” ujar Kang Hadis, Kamis (22/1/2026).

Meski sempat terkendala perizinan kementerian, proses pematangan konsep tetap berjalan dengan mengedepankan keaslian sejarah dan lokasi autentik. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada tahun 2025 setelah persetujuan resmi dan dukungan fasilitas dari pemerintah pusat berhasil diperoleh.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, film ini akhirnya bisa diproduksi. Ada penyesuaian konsep dan lokasi sesuai permintaan Abah Jamhari, dan kami sangat menghormati itu,” ungkapnya.

Baca juga:  Wali Kota Robinsar Bongkar Anggaran: Makan-Minum Dipangkas, Pendidikan Jadi Prioritas

Film dokumenter ini diproduseri oleh Nadiawati dari Cipta Karnaval Nusantara, dengan Darwin Mahesa sebagai sutradara. Produksi dilakukan secara serius dan mendalam untuk menjaga nilai sakral, spiritual, serta filosofi yang melekat pada setiap bilah golok pusaka karya Abah Jamhari.

“Dokumenter ini adalah ikhtiar pelestarian budaya. Yang terpenting, sejarah dan jati diri bangsa tetap hidup dan diwariskan,” tegas Kang Hadis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan RI, H. Fadli Zon, beserta jajaran kementerian dan BPK Wilayah VIII Provinsi Banten atas dukungan penuh hingga terselenggaranya gala premiere film.

Film berjudul “Golok Pusaka Abah Jamhari” dijadwalkan tayang perdana pada Rabu, 28 Januari 2026 di Bioskop Cilegon XXI.  Dokumenter ini merekam perjalanan hidup Abah Jamhari sebagai empu golok pusaka, sekaligus penjaga nilai, etika, dan filosofi budaya Nusantara.

Produser Nadiawati menyebut film ini lahir dari kepercayaan dan kolaborasi banyak pihak. “Tanpa dukungan Abah Jamhari dan Kementerian Kebudayaan, film ini tidak akan terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Sutradara Darwin Mahesa menegaskan bahwa film ini adalah bentuk pengarsipan budaya. “Abah Jamhari bukan sekadar pembuat golok, tapi penjaga identitas dan sejarah Nusantara,” katanya.

Baca juga:  Ketum HMI Cilegon: Merdeka Bicara Bukti Pemerintah Mau Dengar Mahasiswa

Dalam pernyataannya, Abah Jamhari berharap film ini menjadi jembatan bagi generasi muda. “Jangan malu dengan budaya sendiri. Golok pusaka adalah jati diri dan tanggung jawab kita sebagai penerus bangsa,” pesannya.

Film Golok Pusaka Abah Jamhari menjadi penanda bahwa sejarah lokal Cilegon kini telah naik kelas, tak sekadar cerita lisan, melainkan warisan visual bangsa yang diabadikan untuk selamanya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!