TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menjadikan pemerintah sebagai mitra bagi para investor serta pengusaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Penegasan itu disampaikan Andra Soni usai menghadiri CEO Gathering & Economy Outlook bersama Gubernur Banten dan Rakerkonprov DPP APINDO Banten 2026 di PT Adis Dimension Footwear, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026).
“Pemprov Banten sesuai komitmennya, Banten Melayani, akan menjadi bagian dan mitra investor serta pengusaha yang selama ini telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja,” tegas Andra Soni.
Dalam forum tersebut, Gubernur Banten berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai prospek perekonomian Banten pada 2026–2027. Menurutnya, anggota APINDO merupakan pelaku ekonomi sektor riil yang selama ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja.
Andra Soni juga mengapresiasi optimisme dunia usaha yang diwujudkan melalui program APINDO Daya. Terdapat tiga program utama yang dinilai mendukung pembangunan daerah.
Pendidikan vokasi, yakni pembentukan lembaga pendidikan vokasi bekerja sama dengan kawasan industri untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Program affiliator, guna meningkatkan literasi digital generasi muda Banten dan membuka peluang di bidang pemasaran digital.
Bina desa, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi dunia usaha.
“Pengusaha akan selalu mencari jalan dan tetap optimistis. Saya yakin pengusaha Banten adalah pengusaha tangguh dan patriot. Karena itu Pemprov Banten berkomitmen menciptakan iklim usaha yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani menyebut Banten sebagai salah satu kekuatan industri terbesar di Indonesia.
“Banten itu sangat besar. Perusahaannya besar-besar dan menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu Banten harus lebih maju lagi,” kata Shinta.
Ia menilai Rakerkonprov APINDO Banten menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Namun, Shinta mengingatkan bahwa tahun 2026 diperkirakan penuh tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, kenaikan biaya logistik, energi, dan tenaga kerja.
Menurutnya, dukungan iklim usaha yang sehat sangat penting agar daya saing industri Banten tetap terjaga. Apalagi, Banten telah tumbuh sebagai kawasan industri strategis nasional dengan sektor unggulan seperti baja, petrokimia, otomotif, elektronik, dan pangan.
Hal senada disampaikan Ketua DPP APINDO Banten Tomy Rachmatullah. Ia menegaskan dunia usaha harus mampu menjaga keberlangsungan bisnis tanpa kehilangan daya saing dan tetap melindungi tenaga kerja sebagai aset utama perusahaan.
“Kita harus adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap kokoh pada prinsip dan tujuan,” tegas Tomy.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Daya Saing Provinsi Banten melalui Sinergi Investasi, SDM, dan Transformasi Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global.” Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara APINDO Daya dan PT Kawasan Industri Modern untuk pengadaan lahan sekolah vokasi di Banten.















