Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

DORAYAKI di Cilegon: Donor Darah Jadi Senjata Tekan Angka Kematian Ibu

97
×

DORAYAKI di Cilegon: Donor Darah Jadi Senjata Tekan Angka Kematian Ibu

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penguatan layanan kesehatan dasar. Langkah konkret itu diwujudkan lewat program donor darah bertajuk DORAYAKI (Donor Darah Turunkan Angka Kematian Ibu) yang digelar Puskesmas Grogol bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kecamatan Grogol, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung B Puskesmas Grogol ini menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif untuk menekan angka kematian ibu (AKI), khususnya akibat perdarahan saat persalinan yang membutuhkan ketersediaan darah secara cepat dan memadai.

Banner

Kepala Puskesmas Grogol, dr. Gunawan, menegaskan bahwa program DORAYAKI merupakan langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan maternal di tingkat fasilitas kesehatan pertama.

“Donor darah merupakan bagian penting dari sistem keselamatan ibu saat persalinan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan stok darah tetap aman sehingga penanganan kegawatdaruratan maternal dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan daerah.

“Kami mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan sehat sekaligus wujud kepedulian sosial. Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar dalam menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Baca juga:  Doa Menggema dari Balik Jeruji: Lapas Serang Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Edukasi Kesehatan Ikut Diperkuat

Tak hanya donor darah, kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi kesehatan melalui program “Bisik” (Bincang Asyik), podcast yang dikembangkan Puskesmas Grogol sebagai sarana literasi kesehatan bagi masyarakat.

Adapun syarat mengikuti donor darah meliputi usia 17–60 tahun, sehat jasmani dan rohani, berat badan minimal 45 kilogram, serta lolos pemeriksaan kesehatan sesuai standar medis.

Pemerintah Kota Cilegon berharap program DORAYAKI dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya gotong royong masyarakat dalam mendukung ketersediaan darah, khususnya bagi keselamatan ibu dan bayi.

Terpisah, Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk sinergi antara tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat.

“Pemerintah Kota Cilegon sangat mendukung kegiatan donor darah seperti DORAYAKI ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketersediaan darah merupakan faktor vital dalam situasi kegawatdaruratan medis.

“Donor darah bukan hanya tindakan sosial, tetapi investasi kemanusiaan. Kami berharap ini menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di Kota Cilegon,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!