Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialTangerang SelatanUMKM

Tinawati Bangga Jadi Juri Desainer Muda SMK, Wastra Banten Dinilai Punya Potensi Besar

36
×

Tinawati Bangga Jadi Juri Desainer Muda SMK, Wastra Banten Dinilai Punya Potensi Besar

Sebarkan artikel ini

TANGSEL, RUBRIKBANTEN – Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengaku bangga dan senang menjadi juri pada Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK dalam Festival Shafara dan Digiwara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten di Bintaro Jaya XChange Mall, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).

Menurut Tinawati, ajang tersebut menjadi wadah penting untuk memotivasi para pelajar SMK dalam mengembangkan keterampilan di bidang desain fesyen sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra khas Banten.

Banner

“Ini bagian dari memberi motivasi anak-anak kita khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkait keterampilan,” ujar Tinawati usai menjadi juri final lomba tersebut.

Ia menilai, kekayaan wastra Banten memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan oleh generasi muda, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di daerah.

“Jumlah dan variasi wastra Banten luar biasa. Kegiatan ini memantik desainer-desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan Festival Shafara dan Digiwara 2026 menargetkan transaksi mencapai Rp3,1 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

Baca juga:  Boles Pecahkan Rekor MURI! Ketua Dewan Kebudayaan Cilegon dan Menteri Fadli Zon Kompak Gaungkan Budaya Sunda di TMII

Menurutnya, festival tersebut bertujuan memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Banten yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

“Kami juga mencari terobosan bagaimana masjid bukan menjadi tempat ibadah saja. Kami membuat pilot project dengan Masjid Raya Bintaro untuk pemberdayaan ekonomi umat,” ungkap Ameriza.

Ia menjelaskan, program tersebut diarahkan pada optimalisasi wakaf produktif untuk mendukung UMKM melalui sistem dana bergulir, penguatan pelaku usaha, hingga edukasi ekonomi syariah kepada masyarakat.

“Programnya mengoptimalkan wakaf produktif untuk kerja UMKM semacam revolving fund atau dana bergulir. Kedua, kita dorong UMKMnya juga. Ketiga, kita perkuat dari sisi edukasi,” katanya.

Ameriza menambahkan, tantangan terbesar dalam pengembangan ekonomi syariah saat ini adalah aspek sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha.

“Makanya acara ini untuk memperkuat aspek sosialisasi dan edukasi,” tambahnya.

Dalam final lomba tersebut, Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Nur Anisa dari Jaya Buana, sedangkan juara ketiga diraih Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang.

Baca juga:  Cilegon Religius Dimulai dari Rp2.000: Baznas Tanamkan Jiwa Dermawan pada Anak Lewat Lima Aksi Nyata

Selain Tinawati, dewan juri final juga menghadirkan desainer profesional Ali Charisma dan Irmasari Joedawinata.

Festival Shafara dan Digiwara 2026 turut melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, delapan brand kopi, serta menghadirkan Jawara Mart yang menggandeng 114 pemasok UMKM dari seluruh wilayah Banten.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!