SERANG, RUBRIKBANTEN – Dua santri kembar asal Banten, Ibrahim Hanief dan Muhammad Silmikaf, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih juara pertama pada ajang nasional Robotic Game Competition (RGC) yang digelar di Aula Kominfo Cilegon.
Keduanya merupakan anak dari Titin Kholawiyah, seorang akademisi sekaligus pemilik apotek di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang. Hanief dan Silmikaf saat ini menempuh pendidikan di MTs Al Hikam, Jombang, Jawa Timur, dan aktif dalam ekstrakurikuler robotik di sekolahnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Hanief dan Silmikaf menunjukkan bahwa santri bisa berprestasi tidak hanya di bidang agama, tapi juga di bidang teknologi,” ujar Hj. Ika Maftuhah Mustiqowati, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam sekaligus Kepala Madrasah MTs Al Hikam.
Ia menambahkan, pihak pondok mendukung penuh kegiatan ekstrakurikuler seperti robotik untuk mengembangkan bakat para santri. “Kami memberikan ruang, akses, dan dukungan penuh agar mereka bisa tumbuh dan berprestasi di berbagai bidang,” lanjutnya.
Prestasi ini bukan yang pertama bagi Hanief. Sebelumnya, ia juga memenangkan kompetisi nasional di bidang seni (lomba usu). Ini menunjukkan bahwa Hanief mampu menyeimbangkan antara kecakapan akademik, seni, dan religiusitas yang menjadi ciri khas pendidikan di pondok.
Sementara itu, Titin Kholawiyah, ibu dari Hanief dan Silmikaf, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi putra-putranya. Ia menuturkan bahwa sejak dini selalu memberikan dukungan penuh terhadap minat dan bakat anak-anaknya.
“Saya selalu mendorong mereka untuk semangat berjuang, baik dalam syiar agama maupun pengembangan bakat mereka,” kata Titin.
Pondok Pesantren Mambaul Hikam berkomitmen untuk terus memperluas dukungan terhadap berbagai bidang ekstrakurikuler. “Ngaji harus pintar, seni pintar, teknologi juga pintar. Semua seimbang,” tutup Hj. Ika.















