SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat mudik Lebaran menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung bersama Kapolda Banten Hengki dan Danrem 064/Maulana Yusuf Daru Cahyadi Soeprapto di Mapolda Banten, Serang, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut menandai dimulainya operasi pengamanan arus mudik dan arus balik Idulfitri di Provinsi Banten. Dalam operasi ini, sebanyak 3.972 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan 57 pos pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Operasi ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Andra Soni.
Dukungan Personel Pemprov Banten
Pemerintah Provinsi Banten turut mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Maung dengan menyiapkan sejumlah personel tambahan.
Sebanyak 221 petugas kesehatan, 186 petugas Dinas Perhubungan, serta 180 personel Satuan Polisi Pamong Praja diterjunkan untuk membantu pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan posko pemantauan serta 13 pos pengaturan lalu lintas untuk membantu kelancaran mobilitas kendaraan selama masa mudik.
Menurut Andra Soni, arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada 13–17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–28 Maret 2026.
“Kita ingin masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman sehingga dapat merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita dan kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat,” ujarnya.
Pengamanan Jalur Darat dan Pelabuhan
Kapolda Banten Irjen Hengki menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya.
Dalam operasi tersebut, Polda Banten menyiapkan 57 pos, yang terdiri dari:
1. 39 pos pengamanan
2. 10 pos pelayanan
3. 6 pos terpadu
4. 2 pos penanggulangan bencana.
Pos-pos tersebut tersebar di wilayah Lebak, Pandeglang, Serang Regency, Kota Serang, dan Tangerang Regency.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur darat, tetapi juga pada pelabuhan yang menjadi titik penting arus mudik, seperti:
1. Pelabuhan Ciwandan
2. Krakatau Bandar Samudera
3. Bandar Bakau Jaya Bojonegara
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
Selain itu, kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi warga yang mudik. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat dititipkan di kantor polsek, polres, maupun polda agar lebih aman selama ditinggal pemiliknya.
Pemusnahan Ribuan Botol Miras
Pada kesempatan yang sama, Andra Soni bersama Kapolda Banten dan Danrem 064/Maulana Yusuf turut melakukan pemusnahan 7.471 botol minuman keras hasil operasi penyakit masyarakat selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polda Banten.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri.
Sementara itu, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap personel yang terlibat dalam operasi ini memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.















