TANGERANG, RUBRIKBANTEN – Ombudsman Banten mengungkapkan kerugian besar yang dialami ribuan nelayan akibat keberadaan pagar bambu misterius yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Laut Kabupaten Tangerang. Fenomena ini memicu kerugian hingga Rp 9 miliar bagi para nelayan yang kesulitan melaut.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi, menyatakan bahwa pagar tersebut tidak hanya mengganggu akses nelayan, tetapi juga meningkatkan biaya operasional mereka secara signifikan.
“Akses nelayan untuk melaut menjadi dua kali lipat lebih jauh, menyebabkan biaya operasional melonjak. Jika diasumsikan ada 1.500 nelayan yang melaut 20 hari sebulan selama tiga bulan, kerugiannya mencapai Rp 9 miliar,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, pagar bambu itu tidak hanya memperpanjang waktu dan jarak tempuh nelayan menuju lokasi penangkapan ikan, tetapi juga menghalangi aktivitas lainnya.
“Kalau dari Google Maps, terlihat jelas bahwa nelayan harus menempuh jarak berlipat-lipat. Misalnya, kalau awalnya hanya 200 meter, karena pagar itu bisa menjadi 500 meter lebih. Bahkan distribusi bantuan untuk nelayan pun terhambat,” jelasnya.
Dalam pertemuan dengan sejumlah kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian ATR/BPN, KLHK, serta Kepolisian, disepakati bahwa pagar bambu tersebut tidak memiliki izin.
“Tidak ada dokumen AMDAL ataupun izin dari Dirjen Pengelolaan Ruang Laut. Jika itu reklamasi, seharusnya izin tersebut ada,” tegas Fadli.
Meski demikian, siapa dalang di balik pembangunan pagar ini masih menjadi teka-teki. Fadli menegaskan, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak berwenang.
“Untuk menemukan pelakunya, diperlukan investigasi mendalam. Itu menjadi tugas aparat penegak hukum, mungkin KKP memiliki informasi lebih terkait ini,” tambahnya.
Fadli juga memastikan bahwa pagar bambu tersebut bukan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). “PSN itu tidak mungkin berupa reklamasi, dan status wilayah yang diajukan untuk PSN masih hutan lindung. Jadi, ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan PSN,” pungkasnya.















