SERANG, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali menorehkan prestasi gemilang dalam pembangunan ekonomi daerah. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, realisasi investasi di Provinsi Banten berhasil menembus angka fantastis sebesar Rp130,2 triliun, melampaui target pemerintah pusat sebesar Rp119,5 triliun atau tercapai 108,91 persen.
Capaian membanggakan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi yang digelar secara daring dan diikuti Kepala DPMPTSP se-Indonesia, Kamis (15/1/2026).
Dengan raihan tersebut, Provinsi Banten sukses melonjak ke peringkat empat nasional, menggeser posisi sebelumnya di peringkat kelima. Kenaikan ini berlaku baik untuk realisasi investasi secara keseluruhan maupun khusus di sektor hilirisasi.
Rincian Capaian Investasi
Secara kumulatif, total investasi Rp130,2 triliun tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 5,2 miliar dolar AS. Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp41,3 triliun.
Sementara pada Triwulan IV 2025 (Oktober–Desember), Banten membukukan investasi sebesar Rp38,6 triliun, dengan kontribusi PMDN Rp19,3 triliun dan PMA 1,4 miliar dolar AS. Pada periode ini, sektor hilirisasi menyumbang Rp17,5 triliun dan kembali menempatkan Banten di peringkat empat nasional.
Iklim Kondusif Dongkrak Kepercayaan Investor
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Capaian realisasi investasi ini adalah buah dari kerja keras bersama dalam menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif. Kepercayaan investor terhadap Provinsi Banten terus meningkat,” ujarnya.
Virgojanti berharap tren positif ini berlanjut pada 2026, tidak hanya dari sisi nilai investasi, tetapi juga kualitasnya. Investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja luas, efek berganda bagi masyarakat, serta memperkuat struktur ekonomi Banten secara berkelanjutan.
“Investasi tumbuh, hilirisasi kuat, Banten maju,” pungkasnya.















