CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan diskusi kebudayaan Padang Wulan yang digelar oleh Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) bersama Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Sabtu malam (14/3/2026).
Agenda bulanan yang memasuki edisi kedua ini mengangkat tema “Lailatul Qadr sebagai Peristiwa Spiritual dan Sosial”, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila, para budayawan, pelaku seni, serta berbagai elemen masyarakat.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengapresiasi inisiatif FORWARD dan DKKC yang terus menghadirkan ruang diskusi budaya bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Padang Wulan menjadi wadah penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya, norma sosial, serta tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
“Padang Wulan menjadi ruang publik yang sangat positif. Di sini masyarakat bisa saling berdialog mengenai budaya, norma, dan nilai-nilai adat istiadat yang menjadi bagian dari identitas daerah,” ujar Heni.
Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari tokoh budaya hingga pegiat media sosial, menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya.
Menurut Heni, terbukanya Rumah Dinas Wali Kota sebagai tempat diskusi publik menjadi simbol bahwa pemerintah daerah mendukung tumbuhnya ruang-ruang intelektual dan kebudayaan di Kota Cilegon.
“Kami berharap kegiatan yang diagendakan setiap bulan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan semakin berkembang, sehingga menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai kebudayaan masyarakat Cilegon,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya juga mengapresiasi konsistensi DKKC dan FORWARD dalam menghidupkan ruang dialog kebudayaan di Kota Baja. Ia menegaskan bahwa budaya dan modernisasi harus berjalan berdampingan agar identitas kota tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Melalui forum seperti Padang Wulan, Robinsar berharap masyarakat tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual Ramadan, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun kesadaran budaya di tengah masyarakat.















