RUBRIKBANTEN — Direktur Bisnis BPRS Cilegon Mandiri (BPRS CM), Yoyo Hartoyo, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menangani kredit macet yang terjadi di lembaganya.
“Kita terus melakukan penagihan. Kalau usahanya masih ada, tapi penghasilannya tidak sebagus sebelumnya, mungkin kita bisa lakukan restrukturisasi,” ujar Yoyo.
Namun, Yoyo tidak menampik bahwa terdapat tantangan besar ketika karakter debitur dinilai buruk.
“Kalau secara karakter jelek, penagihan menjadi sulit. Tidak ada jaminan yang bisa dieksekusi, apalagi kalau debitur pindah rumah, itu tantangan tersendiri. Tapi tetap kita cari terus menerus,” tambahnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa secara perbankan, BPRS CM telah mencadangkan dana khusus untuk menutup potensi kerugian akibat kredit macet.
“Kita tetap siapkan pencadangan, itu sudah sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam perbankan syariah,” pungkasnya.















